Mekanisasi Pacu Produksi Pertanian di Sumsel

Kepala Dinas Pertanian Pemprov Sumsel, Dr. Ir. H. Bambang Pramono, M.Si sedang diwawancarai oleh Erman Tale Daulay dari TRIAS

lintasdaerah

Mekanisasi Pacu Produksi Pertanian di Sumsel

Produksi dan produktivitas pertanian di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami peningkatan signifikan.
 

TRIASINFO, PALEMBANG – Peningkatan signifikan produksi dan produktivitas pertanian di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) itu tak lepas adanya dukungan Kementerian Pertanian (Kementan) dan komitmen dari Pemprov Sumsel.
Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Pemprov Sumsel, Dr. Ir. H. Bambang Pramono, M.Si menuturkan hal itu dalam program Bincang Tipis-Tipis bersama Erman Tale Daulay dari Kanal Youtube Tale Trias Info, saat memantau lahan persawahan di Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumsel.
Selama ini, aku Bambang Pramono, melalui pengolahan secara konvensional, lahan persawahan di sana mengalami satu kali panen dalam satu tahun. Sekarang berkat perlakuan khusus dengan pendekatan mekanisasi pertanian, lahan persawahan tersebut sudaa bisa mengalami dua kali panen dalam satu tahun.
Dulu, dalam satu hektar hanya menghasilkan padi sebanyak 4-5ton. Namun kini pascamekanisasi pertanian, bisa diproduksi sebanyak 8-9 ton perhektar.
Saat ditanyakan kiat apa saja yang dijalankan sehingga produktivitas pertanian di Sumsel bisa meningkat drastis, Kadistan Sumsel mengatakan, kuncinya yang pertama tentu saja adalah adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) dan kedua adalah  komitmen dari Pemprov Sumsel.
“Kita bersyukur memiliki seorang Menteri Pertanian yang paham permasalahan di samping kemampuan beliau seorang motivator ulung. Beliau bisa menggerakkan semua komponen yang ada, tidak hanya sektor swasta dan aparat pemerintah, tetapi juga para petani dan kelompok tani (Poktan) untuk bersatu padu dan bersinergi mendukung program Pak Menteri Pertanian. Bagaimana beliau mendorong dan memotivasi agar kita dapat menjalankan kinerja sesuai dengan harapan sehingga produksinya bisa kita lihat secara nyata. Yang tadinya IP-nya 100 sekarang bisa IP 200. Yang semula untuk IP 200 produksinya 4-5 ton, hari ini mencapai 8,3 ton perhektar,” ungkap Bambang Pramono. 
Aksi nyata sesuai program unggulan Mentan yang diterapkan Pemprov Sumsel melalui Distan Sumsel dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian adalah dengan menggulirkan program Taksi Alsintan.
Menurut Bambang Pramono, Menteri Pertanian Syahrul yasin Limpo (SYL) adalah seorang motivator ulung yang mampu memacu semangat para pelaku pertanian. 
Berkat adanya Taksi Alsintan, petani dan Poktan bisa menggunakan Combine Harvester dalam melakukan proses panen. 
“Contoh konkret manfaat pengunaan alat Combine Harvester tersebut, petani bisa melakukan panen pada 4-5 hektar lahan perhari. Kalau selama ini proses panen untuk lahan 1 hektar bisa memakan waktu 2 hari. Dalam 1 hari panen bisa mengerahkan tenaga sebanyak 20 orang. Sedangkan dengan memakai alat Combine Harvester 2 orang saja, operator dan pembantu operator, itu bisa melakukan panen untuk lahan seluas 4 sampai 5 hektar perhari. Karenanya, kita sangat berterima kasih pada Pak Menteri dan jajaran Kementan dengan program unggulannya yaitu Taksi Alsintan ini. Alhamdulillah, program Taksi Alsintan bisa berkembang tidak hanya di Sumsel tapi juga di seluruh Indonesia.”
Selain Taksi Alsintan, di tahun 2023, aku Bambang, Pemprov Sumsel mendapatkan alokasi pupuk subsidi yang cukup signifikan. Alokasi pupuk urea Sumsel bisa bertambah menjadi 107%. Sedangkan untuk alokasi pupuk NPK sebanyak 89,7%. 
“Terjadi peningkatan alokasi tahun 2023 dibanding tahun 2022. Ini menjadi modal kami untuk bisa meningkatkan produksi dan  produktivitas untuk tahun2023,” tegas Bambang.
TRIAS/Erman Tale Daulay

kadistan sumsel  taksi alsintan  kementan  mentan syl pertanian sumsel.

Bagikan Artikel Ini