Tokoh Muda Pantai Barat Mandailing Natal, Feri Susanto, SS, MM, Mendesak   Penetapan Darurat Nasional dan Evaluasi Total Perizinan Hutan serta Tambang

Feri Susanto, SS, MM

lintasdaerah

Tokoh Muda Pantai Barat Mandailing Natal, Feri Susanto, SS, MM, Mendesak Penetapan Darurat Nasional dan Evaluasi Total Perizinan Hutan serta Tambang

Darurat nasional bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan
 

Triasinfo.com - Jakarta, 30 November 2025 —
Tokoh muda Pantai Barat Mandailing Natal, Feri Susanto, SS, MM, mantan aktivis Mahasiswa Muhammadiyah dan kini Head of Operations pada sebuah proyek strategis di perusahaan telekomunikasi besar di Indonesia, mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan status darurat nasional atas bencana yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Feri menyampaikan bahwa bencana beruntun di tiga provinsi tersebut telah berada pada level yang membutuhkan mobilisasi penuh seluruh elemen negara — pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, TNI, Polri — dalam satu komando terpadu untuk mempercepat penyelamatan dan pemulihan.

“Darurat nasional bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Dengan satu komando, semua resource negara dapat dikerahkan secara cepat dan efektif,” tegas Feri.

Seruan Keras untuk Evaluasi Menyeluruh Izin Hutan dan Tambang

Feri juga mendesak pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk melakukan kaji ulang total atas seluruh izin HPH, pertambangan, serta berbagai eksploitasi alam lainnya. Ia menilai kerusakan lingkungan yang terjadi selama beberapa dekade telah memperburuk dampak bencana di berbagai wilayah.

“Kerusakan alam akibat eksploitasi tanpa kendali adalah ancaman besar. Pemerintah harus berani mengambil langkah tegas, termasuk moratorium total pemanfaatan hutan bila diperlukan,” ujar Feri.

Deforestasi Mandailing Natal dan Banjir Pertama dalam Sejarah Batahan

Dalam keterangannya, Feri menyoroti laju deforestasi ekstrem selama 20 tahun terakhir di kampung halamannya, Mandailing Natal, yang kini mulai menunjukkan dampak nyata.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Batahan mengalami banjir akibat luapan Sungai Batang Batahan. Sungai itu sudah tidak mampu lagi menampung debit air karena kerusakan hutan di wilayah hulu,” jelasnya. Daerah kecamatan lain di Pantai Barat juga sudah menjadi langganan banjir dan longsor.

Ia menekankan bahwa bencana ini adalah alarm keras bahwa kerusakan hutan telah mencapai titik kritis.

Ucapan Duka Cita untuk Seluruh Korban

Feri juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya untuk seluruh korban. Semoga Allah SWT mengganti setiap kehilangan, luka, dan kesedihan ini dengan yang lebih baik,” ungkap Feri.

Harapan kepada Presiden Prabowo Subianto

Feri menegaskan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki kepedulian besar terhadap rakyat dan lingkungan.

“Kami percaya Presiden Prabowo akan mengambil langkah cepat dan tegas, termasuk menetapkan status darurat nasional dan memimpin reformasi besar dalam pengelolaan lingkungan hidup,” tutupnya.

Banjir Bandang

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga :