Dok. PT Adhi Commuter Properti Tbk/ ADCP
Kegiatan ini dilaksakan secara daring/ online dengan dihadiri oleh seluruh jajaran Direksi ADCP, yakni Direktur Utama Bpk. Achmad Wachid Abdullah dan Direktur Operasi Bpk. Farid Budiyanto. Dalam kegiatan ini, ADCP menyampaikan beberapa hal terkait kinerja Perusahaan selama tahun 2025 dan strategi dalam menghadapi 2026.
Di era pemulihan sektor industri dan keadaan bisnis yang masih penuh tantangan, ADCP terus berupaya untuk mempertahankan kinerja untuk membangkitkan kembali roda bisnis Perusahaan. Konsistensi ADCP dalam melakukan pemenuhan kewajiban kepada para pemegang saham, membuat ADCP masih mempertahankan rating Perusahaan pada posisi investment grade.
Komitmen ini juga dibuktikan melalui upaya pengembangan bisnis melalui pendapatan berkelanjutan atau recurring income. ADCP memiliki berbagai sumber recurring income, antara lain pemanfaatan area komersial di kawasan properti ADCP, pengelolaan hotel di 3 kota besar, serta pengelolaan sewa unit dan budget hotel.
ADCP saat ini mengelola 3 hotel, yakni Hotel Grandhika Iskandarsyah di Jakarta Selatan, DKI Jakarta; Hotel Grandhika Setiabudi di Medan, Sumatera Utara; dan Hotel Grandhika Pemuda di Semarang, Jawa Tengah. ADCP juga mengelola fasilitas komersial hunian yang ada, yakni dengan program rental management atau penyewaan unit tersedia di kawasan melalui Grandhika Property Services.
Program ini bertujuan untuk menjaga dan mengelola aset pasif investor menjadi aset produktif. ADCP juga memiliki program budget hotel management atau pelayanan hotel budget dengan fasilitas unit apartemen terbaik dari masing-masing kawasan. Program ini bertujuan untuk mengelola unit tersedia di kawsan dengan harga terjangkau.
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian per Triwulan III Tahun 2025, ADCP membukukan total pendapatan sebesar Rp165,5 miliar, dengan laba kotor mencapai Rp41 miliar. Dari sisi profitabilitas, Gross Profit Margin (GPM) ADCP tercatat sebesar 24,7% dan laba bersih sebesar Rp4,8 miliar.
Kondisi tersebut terutama disebabkan oleh belum optimalnya pencapaian penjualan pada segmen properti, yang dipengaruhi oleh dinamika pasar. Di sisi neraca, ADCP membukukan total aset sebesar Rp6,9 triliun, dengan liabilitas sebesar Rp4,3 triliun dan ekuitas sebesar Rp2,6 triliun.
ADCP terus melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kinerja, antara lain dengan melakukan efisiensi operasional, optimalisasi portofolio proyek berjalan, serta mengembangkan strategi pemasaran yang lebih adaptif terhadap kondisi pasar saat ini.
ADCP tetap berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan usaha dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham serta pemangku kepentingan lainnya. Sejauh ini, ADCP telah melakukan berbagai inovasi melalui pengembangan usaha di lahan idle, seperti pengembangan lahan parkir dan area olahraga komersial di area LRT CITY Cibubur, hingga pengembangan lapangan padel di area LRT CITY MTH.
“Sebagai Perusahaan Terbuka, ADCP tidak pernah berhenti berusaha untuk berinovasi agar proses bisnis perusahaan dapat terus berjalan dengan baik. Upaya dalam peningkatan kinerja dan pemenuhan kewajiban merupakan bentuk dari tanggung jawab ADCP terhadap para pemegang saham”, ungkap Bpk. Achmad Wachid Abdullah.
ADCP berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas dan mengembangkan bisnis yang dimiliki, agar tercipta ekosistem kehidupan urban dengan konsep TOD yang menjadi nilai jual dari kawasan yang dikelola.